Gravel dan Perlite
Hari ini kita akan melanjutkan kembali seputar sistem dari
Hidroponik. Sekarang kita akan membahas sistem Gravel dan Perlite.
Simak dan baca info menarik dibawah ini.
Gravel
dan Perlite
Gravel
Culture atau kerikil adalah budidaya tanaman secara
hidroponik menggunakan gravel sebagai media pendukung sistem perakaran tanaman.
Salah satu jenis tanaman yang akan ditanami adalah kubis bunga (varietas
diamond) dengan bahan bagase, gravel+bagase + peacahan batu bata. Berikut
langkah-langkah dalam menanam kubis bunga (varietas diamond). Kubis bunga
(varietas diamond) ditanam menggunakan bahan semai dari biji berumur 2 minggu.
Media tanam sesuai perlakuan di masukkan pada pollybag berukuan 30x40 cm, pada
polybg dibuat lubang kecil setinggi 10cm dari dasar polybag. Bagase dibersihkan
dan direndam dalam air sebanyak 3x perendaman terakhir diberi fungusida.
Penyusunan substrat bagase+gravel dan bagase+pecahan batu bata disusun
berlapis, bagase di lapisan atas Volume gravel atau pecahan batu bata sekitar
1/3 bagian polybag. Pada setiap polibag di isi 2 semai kubis bunga. Dan setelah
1 minggu dilakukan perjarangan menjadi 1 tanaman per polybag. Penyiraman
nutrisi dilakukan setiap 2 hari sekali sejumlah 100 ml per tanaman. Jumlah
nutrisi yang diberikan tanaman bergantung pada kondisi cuaca di lingkungan
pertumbuhan tanaman (Karthikeyan et al., 2009).
Perlite Culture merupakan alumunium silikat vulkanik yang memiliki sifat stabil pH netral, drainase baik dan mampu mengikat air serta kemampuan afinitas sehingga dapat dijadikan media tanam.Metode perlite dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Canal reservoir method Yaitu bag berisi perlite ditumpuk dalam baris pada terpal plastic untuk membuat reservoir larutan hara di bagian bawah bag. Tingkat preservoir dalam bag harus di atur agar stabil guna tumbuh tanaman yang berkelanjutan.
2. Ukuran bag yang digunakan antara 4 cm x 4 cm x 4 cm yang dilengkapi dengan penjepit.
3. Bag perlite culture Metode ini sama seperti Canal reservoir method, tetapi system irigasi tidak terjadi dan pemberian larutan hara dilakukan dengan tetes.
Contoh penggunaan pelite
Karthikeyan PK, M Ravichandran, P Imas, M Assaraf. 2009. The effect of potassium on the yield and quality of turmeric (Curcuma longa). Research Findings: e-ifc 21.
Mustofa AI, Purnomo D, Sakya TA. 2017. Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga Pada Sistem Hidroponik Substrat Dengan Media Bagase. Agrotech Res J 2(1):6-10.
Purbajanti, Dwi Endang, Widyati Slamet dan Florentina Kusmiyati (2017). Hidroponik Bertanam Tanpa Tanah. Semarang: EF Press Digimedia
Komentar
Posting Komentar